Sinergi Akademisi dan Kreator Lokal, BYCN Gandeng Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Dorong Digitalisasi Ekonomi Kreatif Banyuwangi

**
Sinergi Akademisi dan Kreator Lokal, BYCN Gandeng Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Dorong Digitalisasi Ekonomi Kreatif Banyuwangi**
BANYUWANGI — Komitmen memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Bumi Blambangan terus digelorakan. Bertempat di Banyuwangi Creative Hub, Banyuwangi Youth Creative Network (BYCN) resmi menggandeng Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (Filkom UB) dalam program pengabdian kepada masyarakat pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Mengusung tema “GenBATIK dan Penguatan Digitalisasi UMKM – Industri Kreatif”, kegiatan ini dirancang untuk mendorong daya saing pelaku usaha lokal melalui pemanfaatan teknologi digital, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan inovasi di sektor ekonomi kreatif.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah akademisi Filkom Universitas Brawijaya, di antaranya Prof. Wayan Firdaus Mahmudy, Dr. Candra Dewi, Muh Arif Rahman, M.Kom., Dr. Eng. Novanto Yudistira, Sigit Adinugroho, Ph.D., Yuita Arumsari, Ph.D., Dr. Eng. Irawati Nurmalasari, dan Tirana Noer Fatyanosa, Ph.D.
Sementara itu, peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur yang terlibat dalam ekosistem ekonomi kreatif Banyuwangi. Di antaranya Asosiasi Pengerajin dan Pengusaha Batik Banyuwangi “Sekarjagad Blambangan”, perwakilan pelajar dari Jurusan Kriya Kreatif Batik dan Tekstil, serta para pegiat teknologi informasi yang terdiri dari programmer, praktisi bisnis digital, dan pelaku multimedia.
Langkah Awal Kehadiran Filkom UB di Bumi Blambangan
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Filkom Universitas Brawijaya, Prof. Wayan Firdaus Mahmudy, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat. Kesempatan kali ini kita fokuskan di Banyuwangi dengan menggandeng mitra Banyuwangi Youth Creative Network (BYCN). Ini langkah awal kita bersama Filkom Brawijaya hadir di Bumi Blambangan.”
Prof. Wayan menegaskan, kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan perdana ini. Berbagai skema kerja sama ke depan akan diarahkan untuk menjawab kebutuhan mitra, pelaku UMKM, serta industri kreatif di Banyuwangi.
“Program ini tidak hanya sampai di sini. Semua skema kolaborasi nanti akan kita alokasikan ke Banyuwangi sesuai dengan kebutuhan mitra, UMKM, dan industri kreatif.”
Pentingnya Kolaborasi Model Hexahelix
Ketua Umum BYCN, Dedy Wahyu Hernanda, M.AP., menyambut baik terjalinnya sinergi antara BYCN dan Universitas Brawijaya. Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif di era digital membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, Banyuwangi Youth Creative Network (BYCN) bisa berkolaborasi, berjejaring, dan bermitra dengan perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya. Persoalan dan pengembangan ekonomi kreatif setidaknya harus hexahelix. Ini sebagai langkah awal kita bersama.”
Ia menegaskan bahwa BYCN akan terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas jejaring dan membuka lebih banyak peluang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif di Banyuwangi.
Menurut Dedy, pengembangan ekonomi kreatif bukan merupakan tanggung jawab satu pihak saja. Diperlukan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, hingga masyarakat.
“Kita akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua stakeholder terkait. Membangun ekonomi kreatif adalah tugas bersama, bukan hanya tugas BYCN. BYCN hanya menjadi jembatan, wadah, sekaligus katalisator bagi pelaku kreatif untuk terhubung dengan jejaring kreatif dan stakeholder.”
Dorong Batik Banyuwangi Naik Kelas
Melalui program GenBATIK dan penguatan digitalisasi UMKM serta industri kreatif, kolaborasi antara akademisi Universitas Brawijaya dan jejaring pemuda kreatif Banyuwangi diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap perkembangan ekonomi kreatif daerah.
Penguatan kapasitas digital diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dan industri kreatif dalam memperluas pemasaran, meningkatkan kualitas branding, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, serta membuka akses terhadap pasar yang lebih luas.
Khususnya bagi produk batik khas Blambangan, kolaborasi ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal agar semakin dikenal, tidak hanya di pasar nasional, tetapi juga mampu menembus pasar global.
Sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas kreatif tersebut sekaligus menjadi momentum awal untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif Banyuwangi yang lebih kolaboratif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Artikel Terkait

Digitalisasi Ekraf Banyuwangi: BYCN Siapkan Tiga Platform untuk Hubungkan Komunitas, UMKM, dan Pasar
14 September 2026

91 Film Sudah Lahir, BYCN Ajak Karya Banyuwangi Kembali Bertemu Penonton
4 September 2026

Petakan Potensi Desa, BYCN Gandeng LPNU Banyuwangi Gagas Program 'Satu Data Ekraf'
29 Agustus 2026