Digitalisasi Ekraf Banyuwangi: BYCN Siapkan Tiga Platform untuk Hubungkan Komunitas, UMKM, dan Pasar

Digitalisasi Ekraf Banyuwangi: BYCN Siapkan Tiga Platform untuk Hubungkan Komunitas, UMKM, dan Pasar
BANYUWANGI — Potensi ekonomi kreatif Banyuwangi terus berkembang dan membutuhkan ekosistem yang semakin terkoneksi. Komunitas membutuhkan jejaring, UMKM membutuhkan akses pasar, sementara produk lokal membutuhkan ruang promosi yang mampu menjangkau lebih banyak orang.
Menjawab kebutuhan tersebut, Banyuwangi Youth Creative Network (BYCN) melalui Program Wakil 3 Bidang Transformasi Digital, Pengembangan Aplikasi dan Teknologi mendorong penguatan ekosistem digital kreatif Banyuwangi melalui pengembangan tiga platform strategis, yakni Jejaring BYCN, ATELIR – Banyuwangi UMKM Marketplace, dan Banyuwangi Stream.
Mengusung semangat “Membangun Ekosistem Digital Kreatif untuk Banyuwangi yang Lebih Maju”, ketiga platform tersebut dirancang dengan fungsi yang berbeda, namun memiliki satu arah yang sama: menghubungkan komunitas, pelaku UMKM, produk lokal, promosi, hingga pasar melalui pemanfaatan teknologi digital.
Jejaring BYCN disiapkan untuk memperkuat koneksi komunitas dan generasi muda, sekaligus membuka ruang bagi kegiatan, kolaborasi, dan berbagai peluang pengembangan ekosistem kreatif Banyuwangi.
Sementara itu, ATELIR – Banyuwangi UMKM Marketplace hadir sebagai ruang digital untuk membuka akses pasar bagi produk-produk lokal. Kehadiran platform ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan potensi produk UMKM Banyuwangi dengan pasar melalui pemanfaatan teknologi.
Adapun Banyuwangi Stream dikembangkan sebagai ruang promosi dan interaksi digital yang menghadirkan live streaming, live shopping, konten kreatif, hingga edukasi. Platform ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat promosi produk dan potensi kreatif Banyuwangi melalui media digital.
Menyiapkan Fondasi Transformasi Digital
Pengembangan tiga platform tersebut tidak berdiri sendiri. BYCN terlebih dahulu menyiapkan fondasi transformasi digital melalui penguatan tata kelola kelembagaan, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan aplikasi untuk mendukung pemberdayaan dan pengembangan potensi ekonomi kreatif di Banyuwangi.
Ketua Umum BYCN, Dedy Wahyu Hernanda, M.AP., menegaskan bahwa transformasi digital membutuhkan fondasi yang kuat agar teknologi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat nyata bagi ekosistem kreatif.
“Sebagai langkah awal, BYCN berkomitmen untuk membangun pondasi yang kuat, baik dari segi tata kelola kelembagaan hingga penggunaan teknologi dan aplikasi untuk pemberdayaan dan pengembangan potensi ekonomi kreatif di Banyuwangi.”
Langkah tersebut diwujudkan melalui pembentukan nomenklatur Wakil Ketua 3, sekaligus Ketua Tim Percepatan Transformasi Digital, Pengembangan Aplikasi dan Teknologi. Tim tersebut dipersiapkan untuk mendukung implementasi program sekaligus membangun jejaring kolaborasi yang dibutuhkan.
Sementara itu, I Putu Indra Wijaya Suwina, S.Kom., M.M.Si., selaku Wakil 3 Bidang Transformasi Digital, Pengembangan Aplikasi dan Teknologi BYCN, menekankan bahwa teknologi harus mampu menjadi penghubung bagi ekosistem kreatif.
“Teknologi bukan sekadar alat. Ketika terhubung dengan kreativitas dan kolaborasi, teknologi menjadi jalan untuk mengubah potensi lokal menjadi peluang yang lebih besar.”
Pandangan tersebut menjadi dasar pengembangan tiga platform BYCN. Jejaring BYCN memperkuat koneksi komunitas dan generasi muda, ATELIR membuka akses pasar bagi UMKM lokal, sementara Banyuwangi Stream menghadirkan ruang promosi dan interaksi digital yang lebih dinamis.
Pada akhirnya, transformasi digital bukan sekadar tentang menghadirkan platform baru. Lebih dari itu, teknologi diarahkan untuk membangun keterhubungan, membuka akses, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan peluang bagi pelaku ekonomi kreatif Banyuwangi.
Dengan semangat “Digital Innovation for Prosperous Banyuwangi”, BYCN mendorong terbentuknya ekosistem digital kreatif yang semakin terkoneksi. Karena ketika komunitas terhubung, UMKM mendapatkan akses pasar, dan produk lokal memiliki ruang untuk berkembang, teknologi tidak lagi sekadar menjadi alat tetapi menjadi penggerak lahirnya peluang baru bagi Banyuwangi.
Artikel Terkait

91 Film Sudah Lahir, BYCN Ajak Karya Banyuwangi Kembali Bertemu Penonton
4 September 2026

Petakan Potensi Desa, BYCN Gandeng LPNU Banyuwangi Gagas Program 'Satu Data Ekraf'
29 Agustus 2026

Sinergi Akademisi dan Kreator Lokal, BYCN Gandeng Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Dorong Digitalisasi Ekonomi Kreatif Banyuwangi
13 Agustus 2026